Poltekkes Bengkulu Sukses Gelar Workshop Manajemen Risiko Bersama Inspektorat IV Kemenkes RI

Dalam upaya mewujudkan tata kelola organisasi yang transparan, akuntabel, dan bermutu tinggi, Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kementerian Kesehatan Bengkulu sukses menyelenggarakan kegiatan Workshop Manajemen Risiko. Acara yang berlangsung selama dua hari pada hari Selasa hingga Rabu, 21–22 April 2026 ini menjadi wujud nyata komitmen institusi dalam mengawal akuntabilitas kinerja sesuai dengan standar kementerian.

Jangkauan Peserta yang Luas Melalui Metode Hibrida

Workshop ini diselenggarakan secara hibrida (luring dan daring) guna menjangkau audiens yang lebih luas dan komprehensif. Antusiasme peserta terlihat sangat tinggi, yang dibuktikan dengan rincian kehadiran sebagai berikut:

  • Peserta Luring: Diikuti langsung oleh 78 orang yang terdiri dari seluruh unsur pimpinan di lingkungan Poltekkes Bengkulu beserta jajarannya.
  • Peserta Daring: Dihadiri oleh 117 orang melalui platform Zoom, yang merupakan perwakilan dari seluruh Poltekkes di Indonesia serta beberapa unsur pimpinan dari Inspektorat Kementerian Kesehatan RI.

Tingginya angka partisipasi nasional ini menunjukkan betapa krusialnya pemahaman manajemen risiko bagi seluruh elemen Satuan Kerja (Satker) di bawah naungan Kemenkes RI.

Menghadirkan Pakar dari Inspektorat IV Kemenkes RI

Guna memberikan pemahaman yang mendalam, tepat sasaran, dan aplikatif, Poltekkes Bengkulu menghadirkan langsung para pakar dari Tim Inspektorat IV Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Tiga narasumber utama yang hadir untuk membagikan keilmuan dan pengalaman mereka adalah:

  • Togu Sihombing, ST.,M.Si.,CCIA,QGIA,QRGP – Inspektur IV
  • Hotmedi Listia Doriana, SKM.,M.Epid, CIAO – Auditor Ahli Utama
  • Tomi Ria Widoyo Rachman, S.PSi – Auditor Ahli Pertama.

Komitmen Pimpinan sebagai Fondasi Manajemen Risiko

Jalannya kegiatan diawali dengan pemaparan komprehensif oleh Bapak Togu Sihombing. Beliau menekankan pada konsep dasar dan urgensi penerapan manajemen risiko (Manris) di era birokrasi modern. Beliau menegaskan bahwa penerapan manajemen risiko adalah sebuah kewajiban mutlak bagi seluruh Satker di bawah Kemenkes, merujuk pada Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) yang berlaku.

Satu poin fundamental yang digarisbawahi oleh Bapak Togu adalah bahwa keberhasilan implementasi manajemen risiko harus dimulai dari atas. Tanpa adanya komitmen yang kuat dan keteladanan nyata dari unsur pimpinan, sebaik apa pun sistem yang dirancang tidak akan berjalan secara optimal.

Tataran Teknis: Dari Identifikasi hingga Evaluasi

Setelah pemahaman konsep makro dan kebijakan tersampaikan, sesi selanjutnya berfokus pada tataran praktis operasional. Sesi ini berupa pemaparan materi dan diskusi interaktif yang dipimpin langsung oleh Ibu Hotmedi Listia Doriana, didukung oleh Bapak Tomi Ria Widoyo Rachman.

Dalam sesi ini, para peserta dibimbing langkah demi langkah untuk memahami teknis pelaksanaan manajemen risiko di lapangan. Ibu Hotmedi mengupas tuntas siklus manajemen risiko, meliputi:

  • Proses identifikasi potensi risiko di masing-masing Satker.
  • Analisis dan pemetaan tingkat keparahan risiko.
  • Penyusunan strategi mitigasi dan pengendalian.
  • Tahapan evaluasi dan pemantauan berkala yang wajib dilaporkan.

Sesi diskusi berjalan sangat dinamis. Peserta luring maupun daring aktif berkonsultasi mengenai studi kasus dan kendala riil yang mereka hadapi di instansi masing-masing, sehingga menghasilkan solusi-solusi praktis yang siap diterapkan.

Harapan ke Depan

Melalui penyelenggaraan Workshop Manajemen Risiko ini, diharapkan seluruh unsur pimpinan—baik di Poltekkes Bengkulu maupun instansi perwakilan lainnya di seluruh Indonesia—dapat membangun dan mengimplementasikan budaya sadar risiko di lingkungan kerjanya. Pemetaan dan mitigasi risiko yang tepat sasaran pada akhirnya akan melindungi institusi dari berbagai hambatan operasional, mengamankan aset negara, serta memastikan kelancaran visi organisasi dalam mencetak tenaga kesehatan yang unggul, profesional, dan berintegritas.

Tingkatkan akuntabilitas Dana Kemahasiswaan, Tim SPI lakukan pendampingan audit Dewan Pertimbangan Mahasiswa (DPM) ke seluruh Ormawa di Poltekkes Bengkulu


Bengkulu, 19 September 2025 – Guna mewujudkan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana kemahasiswaan, Satuan Pengawas Internal (SPI) Poltekkes Kemenkes Bengkulu telah mengambil langkah proaktif dengan melakukan pendampingan audit menyeluruh terhadap Dewan Pertimbangan Mahasiswa (DPM) dalam mengawasi seluruh Organisasi Mahasiswa (Ormawa) yang ada di lingkungan Poltekkes Bengkulu. Inisiatif ini menandai komitmen institusi untuk memastikan setiap rupiah dana kemahasiswaan dimanfaatkan secara efektif dan sesuai peruntukannya.

Pendampingan audit yang dilakukan oleh Tim SPI ini bukan hanya sekadar formalitas, melainkan sebuah proses edukasi dan penguatan kapasitas bagi DPM sebagai representasi mahasiswa dalam menjalankan fungsi pengawasan. Ketua Tim SPI, Reka Lagora Marsofely, SST.,M.Kes, menyatakan, “Kami ingin memastikan DPM memiliki pemahaman yang kuat tentang standar audit dan prinsip-prinsip akuntabilitas. Dengan pendampingan ini, diharapkan DPM mampu melaksanakan tugas pengawasan mereka dengan lebih profesional dan mandiri.”

Fokus utama dari pendampingan ini adalah mengevaluasi laporan keuangan dan pertanggungjawaban program kerja dari setiap Ormawa, mulai dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) hingga Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ). Tim SPI memberikan bimbingan langsung mengenai tata cara penyusunan laporan keuangan yang akurat, pengelolaan anggaran yang efisien, serta identifikasi potensi risiko penyalahgunaan dana. Hal ini krusial mengingat dana kemahasiswaan bersumber dari berbagai pihak dan harus dipertanggungjawabkan secara transparan kepada seluruh civitas akademika.

Langkah ini diharapkan dapat menciptakan budaya organisasi yang lebih transparan dan bertanggung jawab di kalangan Ormawa Poltekkes Bengkulu. Dengan akuntabilitas yang tinggi, dana kemahasiswaan akan dapat digunakan secara optimal untuk mendukung pengembangan potensi mahasiswa dan peningkatan kualitas kegiatan kemahasiswaan di masa mendatang. Poltekkes Bengkulu berkomitmen penuh untuk terus mendorong praktik tata kelola yang baik di semua lini, termasuk dalam pengelolaan dana mahasiswa.

Rawan Kecurangan saat penerimaan Mahasiswa Baru, Tim SPI sosialisasikan program Anti-korupsi dalam kegiatan Apel Pagi.

Kamis, 10 Juli 2025. Sebagai salah bentuk tindakan prefentif dan pencegahan terjadinya tindak kecurangan dilingkungan Poltekkes Kemenkes Bengkulu, TIM SPI yang disampaikan oleh Dr. Reny Suryanti, SH.,M.Sc lakukan sosialisasi program anti korupsi kepada seluruh pegawai Poltekkes Bengkulu bersamaan dengan kegiatan Apel pagi secara daring.

Kegiatan tersebut dilaksanakan secara rutin setiap kamis pagi sebagai bentuk tanggungjawab SPI dalam melakukan pengawasan internal.